Di antara ribuan meter persegi Masjid Nabawi, ada satu area kecil yang menjadi rebutan setiap jamaah yang datang ke Madinah. Namanya Raudhah, atau lengkapnya Riyadhul Jannah, yang berarti "taman surga". Luasnya tidak seberapa, hanya sekitar 22 x 15 meter, tapi keutamaannya membuat siapa pun rela menunggu berjam jam demi bisa berdiri dan bersujud di sana.
Kenapa Disebut Taman Surga
Sebutan ini bukan istilah yang dibuat buat menarik minat pengunjung. Rasulullah SAW sendiri yang menyebutnya demikian dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim, yang isinya Rasulullah saw. bersabda:
مَا بَيْنَ بَيْتِي وَمِنْبَرِي رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ
— (HR. Bukhari dan Muslim)
“Apa yang berada antara rumahku dan mimbarku merupakan salah satu taman dari taman-taman surga.”
Hadits ini menjelaskan bahwa area antara rumah beliau dan mimbarnya adalah salah satu taman dari taman taman surga. Bagi jamaah, kalimat itu bukan sekadar metafora. Berdoa di Raudhah dipercaya sebagai momen paling mustajab selama berada di Madinah, tempat doa doa yang paling diharapkan terpendam lama akhirnya diucapkan sambil menangis.
Letaknya di Mana
Raudhah berada di antara rumah Rasulullah SAW yang sekarang menjadi makam beliau dan mimbar tempat beliau berkhutbah semasa hidup. Area ini gampang dikenali karena karpetnya berwarna hijau, berbeda dari karpet merah di bagian masjid lainnya. Batas hijau inilah yang jadi penanda visual paling jelas kalau jamaah sudah memasuki Raud

Jamaah dapat masuk ke Rawdhah melalui Pintu 37 yang berada di sebelah timur keimaman Masjid Nabawi. Antrean masuk Rawdhah berada di sekitar toilet 201, 202, dan 204. Area Rawdhah ini sebenarnya mudah dikenali karena berada di dekat kubah hijau Masjid Nabawi yang terkenal.

Kubah Hijau (Al-Qubbah Al-Khadra) adalah kubah berwarna hijau yang menjadi ciri khas Masjid Nabawi di Madinah. Beberapa poin pentingnya:
- Lokasi: Kubah ini berada tepat di atas makam Rasulullah ﷺ, serta di sampingnya juga dimakamkan Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Sayyidina Umar bin Khattab.
- Sejarah: Awalnya area ini adalah kamar Aisyah RA (istri Nabi ﷺ), tempat Nabi ﷺ wafat dan dimakamkan. Kubah pertama kali dibangun pada masa Sultan Qalawun (Mamluk, abad ke-13) dan awalnya berwarna kayu biasa, bukan hijau.
- Warna hijau: Warna hijau baru diterapkan pada tahun 1837 M pada masa kekuasaan Ottoman (Turki Utsmani), dan sejak itu menjadi warna permanen serta identitas visual Masjid Nabawi.
- Fungsi sebagai penanda: Karena posisinya yang menjulang dan mencolok, Kubah Hijau menjadi penanda arah bagi jamaah untuk menemukan lokasi Rawdhah dan makam Nabi ﷺ, seperti yang disebutkan dalam teks itinerary tadi.
Aturan Terbaru Masuk Raudhah
Dulu, jamaah bisa masuk Raudhah dengan cukup mengikuti antrean fisik yang diatur askar di lokasi. Sekarang aturannya berubah total. Sejak Juni 2026, satu satunya jalan resmi untuk masuk Raudhah adalah lewat reservasi mandiri di aplikasi Nusuk, dan sistem izin kolektif yang biasa diurus muassasah atau travel sudah tidak berlaku lagi.
Beberapa poin penting yang perlu Bapak dan Ibu ketahui:
- Setiap jamaah wajib punya akun Nusuk sendiri, didaftarkan pakai nomor paspor dan nomor visa.
- Pemesanan slot dilakukan lewat menu "Praying in Noble Rawdhah" di aplikasi.
- Jamaah laki laki masuk dengan waktu kunjungan setelah Zuhur hingga menjelang Magrib. Jamaah perempuan masuk dengan dua sesi waktu yaitu setelah Subuh hingga sebelum Zuhur, dan setelah Isya hingga tengah malam.
- Waktu ibadah di dalam Raudhah dibatasi sekitar 10 sampai 15 menit per sesi, setelah itu jamaah diarahkan bergeser ke area makam untuk memberi ziarah singkat lalu keluar.
Cara Reservasi Lewat Aplikasi Nusuk
- Unduh aplikasi Nusuk di App Store atau Play Store, lalu daftar sebagai "Visitor" menggunakan nomor paspor.
- Masukkan nomor visa umroh dan verifikasi lewat kode OTP.
- Setelah akun aktif, buka menu reservasi Raudhah, pilih kategori sesuai jenis kelamin.
- Tentukan tanggal dan sesi waktu kunjungan yang tersedia, lalu konfirmasi.
- Barcode izin biasanya muncul beberapa jam sebelum jadwal kunjungan. Screenshot dan simpan di galeri HP, jangan hanya mengandalkan aplikasi, karena sinyal di sekitar Masjid Nabawi sering padat saat jam ramai.
- Datang ke pintu yang ditentukan minimal 30 menit sebelum jadwal kunjungan, lalu tunjukkan barcode untuk discan petugas.
Karena kuota terbatas dan banyak diperebutkan, sebaiknya daftar akun Nusuk sejak sebelum berangkat, dan rutin cek aplikasi karena slot baru bisa muncul sewaktu waktu.
Tips Buat Jamaah Lansia
Antrean menuju Raudhah bisa cukup padat dan berdesakan, apalagi di jam jam favorit. Untuk jamaah yang sudah sepuh atau punya keterbatasan fisik, ada beberapa hal yang bisa membantu:
- Pilih sesi kunjungan di luar jam paling ramai, biasanya waktu setelah Subuh relatif lebih longgar dibanding setelah Isya.
- Pastikan pembimbing atau pendamping sudah paham rute dan posisi pintu masuk sejak awal, supaya lansia tidak perlu berjalan berputar mencari arah.
- Gunakan kursi roda jika diperlukan. Petugas biasanya memberi jalur khusus, tapi tetap perlu koordinasi dengan pembimbing rombongan.
- Siapkan mental kalau waktu di dalam Raudhah singkat. Lebih baik doa sudah disiapkan dan dicatat sebelum masuk, supaya momen singkat itu tidak habis untuk mengingat ingat apa yang mau dipanjatkan.
Adab dan Doa di Raudhah
Karena tempatnya mulia dan waktunya terbatas, sebagian ulama menyarankan jamaah memanfaatkan momen di Raudhah untuk salat sunnah dua rakaat jika memungkinkan, dilanjutkan doa dengan suara pelan agar tidak mengganggu jamaah lain yang juga sedang khusyuk. Hindari berdesakan atau memaksakan diri berlama lama, karena petugas akan terus mengatur perputaran jamaah supaya semua kebagian giliran.
Raudhah bukan tempat yang dikunjungi untuk foto atau sekadar mampir. Ia adalah ruang kecil yang menyimpan kerinduan besar setiap Muslim yang datang ke Madinah, tempat sujud sederhana bisa terasa begitu penuh makna.
Catatan: kebijakan masuk Raudhah dan aplikasi Nusuk dapat berubah sewaktu waktu mengikuti kebijakan otoritas Masjid Nabawi. Selalu ikuti arahan pembimbing perjalanan dan petugas di lapangan saat berada di Madinah.
Apabila Anda ingin melaksanakan umroh yang amanah dan terpercaya bisa berangkat dengan RWB Travel, travel haji dan umroh yang berizin telah berizin resmi PPIU (Pihak Penyelenggara Ibadah Umrah).
Yuk jadi salah satu dari jamaah RWB Travel yang akan mendapat fasilitas lengkap dan nyaman selama ibadah.